Sabtu, 08 Januari 2011

KONSITENSI DALAM PERJALAN....PERJALANAN HIDUP....


ada sebuah kisah, seorang kakek dengan cucunya yang masih remaja. mereka tinggal pada suatu perladangan, memiliki seekor

kuda tua yang merupakan hewan pembajak tanah mereka. melihat kudanya telah tidak bekerja sebaik dahulu muncul sebuah keinginan dari orang tua tersebut untuk menjual kuda tersebut. segera ia diskusikan dengan cucunya. lalu cucu tersebut

juga mengiyakan ide dari sang kakek.

lalu esok harinya, kedua orang tersebut berjalan menuju ke kota untuk menjual kuda tersebut. letaknya cukup jauh sehinga

memerlukan perjalan panjang. mereka berdua berjalan dengan menuntun kuda tersebut. hingga mereka bertemu dengan rombongan

pengembara yang sedang lewat. mereka memberikan salam kepada para pengemara tersebut. lalu para pengembara tersebut

membalas salam mereka. namun terdengar sayup - sayup obrolan para pengembara tersebut.

"alangkah bodohnya mereka, mereka memiki kuda namun tidak mengendarainya", kata salah seorang pengembara.

mendengar ucapan tersebut, sang kakek tersebut berhenti dan berdiskusi dengan cucunya. mereka akhirnya sepakat agar

cucunya yang mengendarai dan sang kakek yang menuntun kuda tersebut. hingga beberapa jam perjalanan mereka kembali bertemu

dengan serombongan orang.

"alangkah tercelanya anak muda zaman sekarang, orang tua, kakek - kakek, disuruh menuntun sedangkan ia asyik mengendarai

kuda", celoteh salah seorang dari rombongan tersebut.

kemudian sang kakek kembali berdiskusi dengan cucunya. mereka sepakat bahwa sang kakek mengendarai sedang cucunya menuntun

kuda tersebut.

tak lama mereka kembali bertemu dengan segerombolan orang, terdengar sayup - sayup perbincangan dari rombongan tersebut.

"sungguh kejam, ekspoitasi anak. bagaimana mungkin seorang tua seperti itu tega menyuruh anak di bawah umur untuk menuntun

sendirian sedangkan ia asyik duduk di atas kuda?", ujar lirih salah seorang dari rombongan tersebut.

segera sang kakek dan cucunya kembali terhenti untuk berdiskusi tentang tanggapan orang yang mereka hadapi. akhirnya

mereka sepakat untuk mengendarai kuda tua tersebut berdua.

lama mereka menempuh perjalanan, mereka kembali menemui sekelompok orang. terdengar kembali ucapan - ucapan kurang sedap

dari perbincangan kelompok tersebut.

"alangkah kejamnya manusia sekarang, tidak memiliki rasa kasihan. hewan sudah tua, tak kuat lagi, masih saja mereka paksa

untuk kendarai. daya telah sedikit, lemah dan lunglai. apakah mereka telah hilang akal?", celoteh seseorang dari rombongan

tersebut. terdengar cukup keras dan jelas di telinga sang kakek dan cucunya tersebut.

akhirnya mereka sepakat untuk menggendong kuda tersebut, merasa masih mampu sang kekek segera mengangkat kuda tersebut

segera. namun tak lama mereka berpapasan dengan rombongan orang, sekali lagi mereka mendengar celoteh tidak sedap.

"mengapa orang tua itu mengangkat kuda tua itu? padahal mereka mampu memikul berdua. ", suara lantang salah seorang dari

rombongan tersebut.

lalu mereka berdiskusi kembali, mereka sepakat mengangkat kuda tua tersebut bersama - sama, hingga mereka sampai pada

sebuah jembatan yang sudah rapuh. mereka tidak punya pilihan selain melewati tempat tersebut karena jika mereka mngambil

jalan memutar mereka akan sampai di kota pada malam hari, sedang pasar tempat mereka hendak menjual kuda tersebut buka

hingga sore hari.

mereka mengambil langkah - langkah ragu melewati jembatan tersebut. karena mereka memikul beban maka keseimbangan mereka

tidak kokoh. hingga terdengar....

"krak",suara jembatan tersebut patah, dan "byur"...mereka terjatuh pada sungai di bawah jembatan. kuda tua tersebut mati

akibat tenggelam, sang kakek dan cucunya selamat namun basah kuyup. mereka sungguh malang, jauh - jauh menuju kota namun

tiada hasil mereka peroleh hanya merugi saja.


(TAMAT)





apakah yang mampu kita petik dari kisah tersebut????
adakah analogi dalam hidup ini seperti peristiwa tersebut????
adakah pelajaran mampu kita petik????pelajaran seperti apakah yang kita petik????


yah...kadang dalam hidup kita sering mendengar banyak sekali pendapat orang....banyak sekali kata- kata yang justru

membuat manusia kian meragu....padahal belum tentu orang yang berkritik tersebut tahu akan sebenaranya, mereka hanya

menerka - nerka dalam kerelativan pikiran mereka....membenarkan sudut pandang mereka tanpa mencoba hadir dalam sudut

pandang orang lain....

orang - orang kadang menilai orang lain terlalu sempit, mengeneralisasikan secara luas namun membenarkan secara

sempit....mungkin benar dan tepat bagi mereka sendiri, namun generalisasi pikiran mereka belum tentulah benar dan tepat

untuk orang lain.

seperti saat kita terbentur kata - kata orang lain padahal kata - kata itu belum tentu benar, malah justru merugikan kita.

kebanyakan manusia selalu menilai buruk dan mencari kesalahan orang lain daripada mengambil kebaikan yang terkandung....

seperti memandang sebongkah batu besar sebagai kumpulan batu - batu yang tidak berharga, padahal bisa saja jika mereka mau

sabar memecah batu tersebut, mereka akan menemukan sebongkah emas....

padahal yang berhak menilai dan menunjukkan itu benar atau salah secara sejati adalah untuk TUHAN saja....

kebenaran manusia masih terkekang oleh akal manusia yang terbatas, maka dari itu TUHAN menurunkan agama....yang tidak

hanya mengajak menilai melalui akal, namun juga dengan "heart". "heart" yang suci dan terjaga akan menjadi lentera saat

cahaya nalar telah meredup, menjadi tongkat ketika kokohnya logika terbantahkan, menjadi selimut saat dinginnya

pengetahuan tanpa moral menusuk.

manusia berhak menilai kita, namun hak kita untuk memilih masukan tersebut. kita telan mentah ataupun cerna, bahkan buang

adalah ak kita seutuhnya. maka gunakan "heart" and "mind" untuk memilih....kadang manusia mengubah prinsip awal mereka

karena mendengar ucapan dan cemooh orang lain....padahal mereka belum mengetahui akhir dari pilihan mereka....orang sukses

adalah orang yang konsisten....konsistensi yang selayaknya manusia pikirkan sebagai acuan awal....jika ingin mendapatkan

buah jeruk maka tanamlah benih jeruk...lau sirami dan beri pupuk secara teratur....seperti itulah konsistensi....

mohon jika meng"share" tulisan ini untuk mencantumkan nama saya


(YHONE ARIALISTYA , 2011)


fb

http://www.facebook.com/people/Yhone-Arialistya/1748785463

blog

http://iyonpositive.blogspot.com/



-salam konsistensi-

0 komentar:

Posting Komentar